Tampilkan postingan dengan label Bunpou (Pola Kalimat). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bunpou (Pola Kalimat). Tampilkan semua postingan
Pada pembahasan sebelumnya gw dah ngejelasin tentang partikel "wa". Masih pada inget kan??Kl lupa silahkan liat di Tutoral Dasar bahasa Jepang yang ngebahas Kalimat Dasar Bahasa Jepang.
Nah pada kesempatan kali ini gw bakal nyoba buat share tentang partikel yang lainnya, yaitu partikel "
mo" dan "no". Apakah itu???? Chek it dot baby...

1. Partikel "
mo"
Partikel "
mo" berarti "pun" atau "juga" dalam bahasa Indonesia. Partikel ini diletakan setelah subjek. Ngerti kan??Masa ga ngerti??
Nih gw kasih contoh supaya lebih jelas...

Partikel “mo”
Pekerjaannya? : O-shigoto wa?
おしごとは?
Saya karyawan. : Watashi wa kaishain desu.
わたしはかいしゃいんです。
Yamada juga karyawan. : Yamada san mo kaishain desu.
やまださんもかいしゃいんです。
Apakah kamu juga karyawan?
: Anata mo kaishain desu ka.
あなたもかいしゃいんですか。
Iya, saya juga karyawan. : Hai, watashi mo kashain desu.
はい、わたしもかいしゃいんです。
Bukan, saya guru. : Iie, watashi wa sensei desu.
いいえ、わたしはせんせいです。
Sumber : http://freejapanese.org/media.php?module=detailmateri&id=42

Catatan buat kalian : karena partikel ini mempunyai fungsi yang sama seperti partikel "wa", yaitu menandakan sebuah subjek, maka apabila partikel "mo" digunakan, partikel "wa" harus dihilangkan. Bingung??Liat contoh berikut :

X :
watashi wa isha desu.anata mo isha desu ka. = saya dokter. apakah anda juga dokter?
Y :
hai, watashi mo isha desu. = ya, saya juga dokter.

Paham kan??Dari contoh di atas kita dapat membuat rumus seperti berikut :
S +
wa + P + desu=benar
S +
mo + P + desu=benar
S +
wa + mo + P + desu=TOLOL...wakakakakakakakkaakka (bercanda bro)


2. Partikel "no"
Ini dia nih yang agak membingungkan. Tapi gampang kok..hahayyyyy...
gw juga dah pernah nyinggung sedikit tentang partikel ini kan??Ada di contoh kalimat
Tutorial Dasar Belajar Bahasa Jepang/Kata Tunjuk/kono,sono,ano,dono. (klik di sini)

Sekarang apakah fungsi partikel ini??Hayoooo ada yang bisa jawab gaaa????
Yup partikel ini berfungsi menggabungkan KB yang satu dengan KB yang lainnya. Singkatnya membentuk pola :

KB1 + no + KB2

Untuk kalian yang baru belajar bahasa Jepang, gw akan share 2 makna dasar partikel ini, tergantung konteks kalimatnya :
1. kepunyaan (milik)
2. tentang

Penting nih buat kalian supaya ga salah. Untuk menggunakan partikel ini, kalian harus mengubah kedudukan KB1 dan KB2 dalam bahasa indonesia menjadi KB2 dan KB1 dalam bahasa Jepang. Begitu pula sebaliknya.

Perhatikan contoh berikut :
watashi no kasa = payung (milik) saya
konpyuuta no zasshi = majalah (tentang) komputer

Pada contoh di atas, kata "
watashi(saya)" dan "konpyuutta(komputer)" mempunyai kedudukan KB1, sedangkan "kasa(payung)" dan "zasshi(majalah)" mempunyai kedudukan KB2. Nah ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kedudukannya berubah kan?Ni jg berlaku sebaliknya coyyy n berlaku untuk semua makna partikel "no"...WASPADALAH WASPADALAHHHHH!!!!!!!!!!!!!!.
Kenapa gw nyuruh kalian waspada??Karena ada temen gw yang udah mau tingkat akhir tapi masih aja salah...ckckckkckckckckck.

oke lanjuutttttttttt...

1. Makna Kepunyaan (milik)

Dah tau cara makenya kan??Tuh ada di contoh kalimat sebelumnya.hehheehehe..
nih gw kasih contoh lagi :
1.
kore wa watashi no tabako desu. = ini (adalah) rokok (milik) saya
2. X :
sono nooto wa dare no desu ka. = buku catatan itu milik siapa?
Y :
(kono nooto wa) ujang-san no desu. = (buku catatan ini) milik pak ujang.

2. Makna Tentang

Langsung gww kasih contoh aje ye ;
1. X :
sore wa nan no zasshi desu ka. = itu majalah tentang apa?
Y :
(kore wa) sakka no zasshi desu. = (ini) majalah tentang sepak bola


Masih ada nih 1 makna dasar lagi, yaitu
asal. Maap lupa..hehehehe..
Perhatikan contoh berikut :
1.
kore wa amerika no konpyuuta desu. = ini komputer amerika
2.
ano hito wa nihon no yamada-san desu. = orang itu tuan yamada yang berasal dari jepang.
3.
watashi wa indonesia no bagus desu. = saya bagus dari indonesia.



Sebenernya mah masih banyak makna lain partikel "no". Tapi untuk awalnya, kuasai dulu makna dasar yg udah gw share yaaaaa...

SEMOGA BERMANFAAT
Tau kata tunjuk kan? Kl ga tau berarti bener2 keterlaluan...hehehehehe..
Kata tunjukDalam bahasa Jepang yaitu :
A. Kata tunjuk benda :
1. Kore(ini), sore (itu), are (itu), dore (yang mana?)
2. Kono, Sono, Ano, Dono
3. Kochira, Sochira, Achira, Dochira

B. Kata tunjuk tempat :
1. koko (disini), soko (di situ), asoko (disana), Doko (dimana?)
2. Kochira, sochira, achira, dochira.

Yuk kita bahas ......

A. Kata tunjuk Benda.
1. Kore, sore, are, dore

Kata tunjuk ini sebetulnya mah udah gw singgung pas tutoorial kalimat sederhana bahasa Jepang, Untuk lebih mamahaminya silahkan perhatikan cinntoh berikut :
kore wa hon desu = ini buku
sore wa hon desu = itu buku
are wa hon desu = itu buku
hon wa dore desu ka. = Bukunya mana?

Jika dilihat baik2, kata "sore" dan "are" mempunyai arti yang sama, yaitu "itu". Nah sekarang yang jadi masalah, bedanya apa tuh??
Bedanya adalah letak benda yang ditunjuk coyyyyy..Kata "sore" digunakan untuk menunjuk benda yang berada didekat orang ke-2 (lawan bicara), sedangkan kata "are" digunakan untuk menunjuk benda yang berada jauh dari orang pertama (pembicara) maupun orang ke-2 (lawan bicara).

Contoh kalimat lainnya :
1. X : kore wa nan desu ka. = ini apa?
Y : sore wa zasshi desu. = itu (adalah) majalah.

2. X : sore wa kutsu desu ka. = apakah itu sepatu?
Y : iie, kore wa kutsu ja/dewa arimasen. tabako desu. =bukan, ini bukan sepatu.ini rokok

3. X : are wa pasokon desu ka. = apakah itu komputer?
Y : hai, are wa pasokon desu. = ya, itu komputer.

Dari contoh kalimat di atas, kita dapat menyimpulkan jika orang pertama menggunakan "kore", maka orang ke-2 menjawab dengan "sore", begitu pula sebaliknya. Sedangkan jika orang pertama menggunakan "are", maka orang ke-2 juga menjawab dengan "are".

Apakah anda sekalian sudah mengerti? Jika belum,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, harap asah otak anda kembali....hehhehehehe

2. kono, sono, ano, dono

Sebenernya mah kata tunjuk ini mempunyai arti dan fungsi yang sama seperti kore, sore, are, dore. Nah lho,,,bedanya apa n gimana pemakaiannya?
Untuk mengetahui jawabannya, silahkan perhatikan dan bandingkan contoh kalimat berikut :
1. kore wa enpitsu desu. = ini (adalah) pensil.
kono enpitsu wa watashi no desu. = pensil ini (adalah) milik saya.

2. sore wa borupen desu. = itu (adalah) bulpen.
sono borupen wa sensei no desu. = bulpen itu (adalah) milik sensei.

3. are wa tsukue desu. = itu (adalah) meja.
ano tsukue wa yamada-san no desu. = meja itu milik tuan yamada.

4. ano hito wa honda-san desu. = orang itu (adalah) tuan honda.

Hayooooooo....Udah nemuin jawabannya belum?
Bagi yang belum menemukan, silahkan baca secara berulang ampe 100X..hehehehe
Bagi yang sudah menemukan : PING PONG...ANDA BENAARRRRRRR...................................
Jawabannya adalah kata tunjuk kelompok "kore" harus berdiri sendiri, sedangkan kata tunjuk kelompok "kono" tidak bisa berdiri sendiri. Kata tunjuk kelompok "kono" harus dan wajib dipasangkan dengan KB (Kata Benda, bukan Keluarga Berencana) sehingga terbentuklah suatu rumus :
kono/sono/ano/dono + KB = bener
kore/sore/are/dore+ KB = salah total

B. Kata Tunjuk Tempat
1. koko, soko, asoko, doko
Hhhhhmmmmm sepertinya gw ga perlu panjang lebar buat ngejelasin kata tunjuk tempat coz fungsi n pemakaiannya sama seperti kelompok "kore". Yang ngebedain cuma 1 : kelompok "kore" digunakan sebagai kata tunjuk benda, sedangkan kelompok "koko" digunakan sebagai kata tunjuk tempat. Simpel kan? Yaahhh supaya lebih paham mah mendingan kalian pahamin dulu pemakaian kelompok "kore" supaya ga bingung.
Nih gw kasih contoh kalimat make kata tunjuk tempat :
1. X : gakko wa doko desu ka? = sekolahnya dimana?
Y : asoko desu. = disana
note : si Y memakai asoko coz sekolahnya jauh. Kalo sekolahnya deket, otomatis make "koko" atau "soko". Dah tau kan??Udah donkzzzzz...hahayyy

2. X : jimusho wa koko desu ka.= apakah kantornya di sini?
Y : iie, sou ja arimasen. asoko desu. = oh bukan. tetapi di sana.

2. kochira, sochira, achira, dochira
Kata tunjuk kelompok ini bukan hanya digunakan untuk tempat saja, tetapi juga untuk benda. bedanya kata tunjuk ini sifatnya lebih sopan. Pemakaiannya pun sama seperti kelompok "kore" dan "koko".
Dan ingatalah ini teman, untuk menunjuk orang dilarang keras memakai kelompok "kore"(kalo kelompok "kono" boleh), tetapi gunakanlah kelompok "kochira". Contoh :

minna san, kochira wa tanaka-san desu. = semuanya, ini adalah tuan tanaka.

WASPADALAHHH.....WASPADALAHHH!!!!!!!!!!!!!

wokeh selesai sudahhh....jika ada yang ingin dikoreksi atau ditanyakan,,harap kirim pos anda...
Semoga bermanfaat...
Seperti yang kita ketahui kalo kalimat itu terdiri dari 3 jenis yaitu Kalimat Positif, Negatif, serta Kalimat tanya..
Nah sekarang kita bakal mempelajari 3 jenis kalimat tersebut dalam bahasa Jepang yang sangat sederhana...

1. Kalimat Positif Sederhana Bahasa Jepang

Kalian pasti dah tau kan apa yang disebut dengan kalimat positif ? kl ga tau silahkan tanyakan pada guru / dosen bahasa Indonesia anda..hehehehe..
Pertama-tama kita harus mengetahui pola dasar kalimat sederhana, yaitu terdiri dari S + P..

Contohnya : Saya Bagus
Kata "Saya" dalam kalimat diatas berfungsi sebagai subjek, sedangkan kata "Bagus" berperan sebagai predikat. Sejauh ini mengerti kan?hehehe

Nah pola bahasa Jepang untuk kalimat positif sederhana adalah sebagai berikut :

S + wa +P + desu.

Contoh :
Watashi wa Bagus desu. (saya adalah bagus).

Pada contoh kalimat di atas, kata "
watashi"(saya) berfungsi sebagai subjek dan "bagus" berfungsi sebagai predikat.
Bagaimana dengan "
wa" dan "desu"? "wa" disini disebut sebagai partikel dan harus diletakan setelah S. Dengan kata lain, partikel "wa" berfungsi menunjukan bahwa kata sebelumnya adalah subjek. Jadi dalam penulisan kalimat sederhana bahasa Jepang, partikel "wa" wajib dibawa. Jangan ampe kaga lhoooo coz ntar yang bacanya bingung dalam penentuan subjeknya.
Sedangkan kata "
desu" merupakan kata yang diletakan di akhir kalimat dan menunjukan bahwa kita sudah selesai menulis sebuah kalimat. Jadi kalian wajib mencantumkan kata "desu" di akhir kalimat jika sudah selesai menulis 1 kalimat positif bahasa Jepang..!!!!

Contoh yg lainnya :

1.
watashitachi wa daigakusei desu. = kami (adalah) mahasiswa
2.
Anata wa isha desu. = anda (adalah) dokter
3.
kore wa hon desu. = ini (adalah) buku
dst....

2. Kalimat Negatif Sederhana Bahasa Jepang

Pola kalimat negatif ini hampir sama dengan pola kalimat positif bahasa Jepang. Yang membedakannya adalah jika kalimat positif berakhiran "
desu", kalimat negatif berakhiran "ja/dewa arimasen". Pola kalimatnya adalah :
S + wa + P + Ja/dewa arimasen.

Contoh :
1.
Watashi wa daigakusei ja/dewa arimasen. = saya bukan mahasiswa.
2.
Kore wa tokei ja/dewa arimasen. Hon desu.= ini bukan jam, tetapi buku.

3. Kalimat Tanya Sederhana Bahasa Jepang

Pola kalimat tanya jg hampir mirip dengan pola kalimat positif dan negatif. Jika ingin membuat kalimat tanya, temen2 tinggal menambahkan "ka" pada akhir kalimat. Jadi polanya adalah sebagai berikut :

Kalimat tanya positif : S + wa + P + desu + ka.
Kalimat tanya negatif :S + wa + P + ja/dewa arimasen + ka.

Contoh :
1.
Anata wa yamada-san desu ka. = apakah anda tuan yamada?
2. X : tanaka san wa isha desu ka. = apakah tuan tanaka seorang dokter?
Y : hai, (tanaka-san wa) isha desu. = ya, (tuan tanaka adalah) dokter...atau
iie, isha ja arimasen. STIBA no sensei desu. = bukan,bukan dokter.tetapi dosen STIBA

note : kata yg berada di dalam kurung boleh ditulis boleh tidak untuk mempersingkat. Untuk lebih singkat, silahkan gunakan :
hai, sou desu. atau
iie, sou ja/dewa arimasen.

Kata tanya dalam bahasa jepang :
1.
Nan, Nani (apa)
Contoh :
kore wa nan desu ka. = ini apa?

2.
dare (siapa)
contoh :
Anata wa dare desu ka. = anda siapa?

3.
itsu (kapan)
contoh :
Yasumi wa itsu desu ka. = Liburnya kapan?

4. doko (dimana)
contoh :
daigaku wa doko desu ka. = kampusnya dimana?

Eng ing eng......selesai sudah pelajaran kali ini...hahayyyyy...

oh ya buat catetan nehh n penting banget ..::
Dalam penyebutan nama orang yang belum/baru dikenal atau lebih tua dan mempunyai kedudukan lebih tinggi dari kita, anda
wajib menggunakan kata "san" setelah nama untuk menghormati orang tersebut.
misal : Tanaka-san , Yamada-san, Toni-san dst.
Kata "san" disini berarti tuan, nyonya, bapak, ibu, sdra/i.
Sebaliknya, kalo menyebut nama diri sendiri
dilarang menggunakan "-san". Kesannya sombong n sok buanget gitu llooohhhhhhhhhhhhhh...